Lampu Taman Panel Surya

Lampu Taman adalah lampu yang umumnya dipasang di taman dan berfungsi untuk memperindah dan menerangi taman. Lampu taman yang umumnya digunakan sudah pasti memerlukan instalasi kabel listrik. Namun...

Global Warming, Bisa Enggak Sih diatasi?

Siapa yang tidak pernah mendengar istilah global warming. Ya, Global Warming atau biasa disebut juga dengan ‘Pemanasan Global’ telah menjadi momok yang menakutkan untuk kita sebagai penghuni bumi. Pasalnya

Eco Bamboo House

Rumah tinggal yang akan kita bahas kali ini adalah rumah tinggal milik Ir. Budi Faisal, MAUD, MLA, PhD. Seorang arsitek yang juga

Eco Office, Tren Baru Dunia Arsitektur

Global warming memang sudah menjadi topik yang kerap dibahas di berbagai negara termasuk Indonesia. Lihat saja suhu udara yang semakin panas di berbagai kota khususnya kota besar. Pembangunan pesat seperti

Tampilkan postingan dengan label Sekadar Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekadar Info. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Arsitektur Vernakular Indonesia

* Sejarah
   
Arsitektur Vernakuler tumbuh dari Arsitektur Rakyat yang dipengaruhi oleh Norma, adat, budaya, potensi  bahan setempat. Arsitektur rakyat telah mendapatkan pengkuan masyarakat  karena tumbuh dan melewati perjalanan pengalaman ‘trial and error’ yang panjang.  Arsitektur rakyat juga mengandung nilai ‘local genius’ dan memiliki jati diri asli daerah. Dalam perkembangannya, masyarkat kecil bergabung dengan masyarakat yang lebih besar dan menuntut hadirnya arsitektur yang mampu memenuhi tuntutan kebutuhan yang lebih besar sehingga lahirlah  Arsitektur Vernakuler.

* Pengertian Arsitektur Vernakuler

Arsitektur Vernakuler adalah pengembangan dari Arsitektur Rakyat yang memiliki nilai ekologis, arsitektonis dan alami karena mengacu pada kondisi, potensi iklim, budaya dan masyarakat setempat.

-Menurut Turan Mete :
Arsitektur vernakular adalah arsitektur yang tumbuh dan berkembang dari arsitektur rakyat yang lahir dari masyarakat etnik dan berakar pada tradisi etnik, serta dibangun oleh tukang berdasarkan pengalaman (trial and error), menggunakan teknik dan material lokal serta merupakan jawaban atas setting lingkungan tempat bangunan tersebut berada dan selalu membuka untuk terjadinya transformasi.

-Menurut Sonny Susanto (dosen arsitek pada Fakultas Teknik Universitas Indonesia)
Arsitektur vernakular merupakan bentuk perkembangan dari arsitektur tradisional, yang mana arsitektur tradisional masih sangat lekat dengan tradisi yang masih hidup, tatanan kehidupan masyarakat, wawasan masyarakat serta tata laku yang berlaku pada kehidupan sehari-hari masyarakatnya secara umum.

*Arsitektur Tradisional :

Karya  dari pewarisaan/ penerusn norma-norma adat istiadat atau pewarisan budaya yang  turun temurun dari generasi ke generasi.

*Arsitektur  Nusantara  :

Arsitektur tradisional  untuk daerah  yang sesuai dengan istilah “nusantara” yang  bersumber  dari sumpah Palapa Patih Gajah Mada, dengan arti gugusn pulau-pulau kecil/ sedang yang terletak di antara dua benua dan dua samudera.

*Arsitektur Neo Vernakuler :

Melestarikan unsur-unsur lokal sehingga bentuk dan sitemnya terutama yang berkaitan dengna iklim stempat, seperti penghawan, pencahayaan alami, antisipasi terhadap hujan.

*Pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler

Analisis kondisi budaya dan tradisi serta peninggalan arsitektur setempat yang dimasukkan kedalam proses perancangan yang terstruktur kemudian diwujudkan dalam bentuk yang termodifikasi sesuai zaman sekarang.

Ragam dan corak  desain yang digunakan adalah dengan pendekatan simbolisme, aturanm dan tipologi untuk memberikan kedekatan dan kekuatan pada desain.
Struktur tradisional yang digunakan mengadaptasi bahan bangunan yang ada di daerah dan penambahan elemen estetis diadaptasi sesuai fungsi bangunan.

Dari keberagaman yang tercipta terdapat beberapa kesamaan dari bangunan vernakuler di Indonesia, yaitu:    
  • tipe rumah panggung
  • tiang bangunan mempunyai alas batu
  • lantai bangunan didukung oleh tiang dan balok kayu yang saling mengikat
  • pemanjangan bubungan atap sering dengan sopi-sopi mencondong keluar
  • memiliki ornamen pada dinding penutup atap yang menyimbolkan status sosial kekuasaan dan karakteristik budaya
  • menggunakan bahan bangunan yang berada di dekat perkampungan, dan menggunakan konstruksi sederhana.
  • Anatomi bangunan vernakular di Indonesia sebagian besar menggunakan prinsip kepala, badan, dan kaki, atau atas, tengah dan bawah.
  • Sebagian besar rumah vernakuler di Indonesia dihasilkan dari pengalaman, pemikiran, dan kosmologi


Pondasi (umpak) pada arsitektur vernakuler indonesia

Tiang dan Balok Kayu yang Saling Mengikat

Anatomi bangunan vernakuler


Sekilas tentang “Heydar Aliyev Center”, Mahakarya Arsitek Dunia Zaha Hadid


Dengan niat menyulap Baku, Ibu Kota Azerbaijan, menjadi destinasi premium dan sentra ekonomi baru, Presiden Ilham Aliyev menggelontorkan sekitar $6 miliar per tahun untuk mendanai proyek-proyek arsitektur. Garapan terbarunya, dan mungkin yang paling kolosal, didedikasikan bagi ayahnya sekaligus perumus ideologi negeri, Heydar Aliyev.


Setelah tujuh tahun dikonstruksi, Heydar Aliyev Center resmi dibuka pada akhir 2013, saat warga Azerbaijan mengenang satu dekade kepergian sang tokoh nasional. Kompleks seluas 11 hektare ini menampung museum, ruang pamer, serta auditorium. Misi utamanya adalah mempromosikan ideologi yang ditanamkan Heydar Aliyev sekaligus mendukung perkembangan studi sejarah dan kebudayaan di negara kaya minyak Azerbaijan.

Zaha Hadid, arsitek tersohor kelahiran Irak, dipilih untuk menerjemahkan misi tersebut. Dan dia menjawabnya melalui rekayasa sipil yang lebih memprioritaskan wujud ketimbang struktur. Berkolaborasi dengan sang mitra, Patrik Schumacher, Hadid bermain-main dengan lekukan untuk menciptakan efek likuid. Hasilnya adalah bangunan yang seolah bersifat organik, mirip ameba raksasa yang tiba-tiba membeku.



Disandingkan dengan area sekitarnya yang dihuni struktur langsing, Heydar Aliyev Center lebih menyerupai arenaskateboard alien yang terdampar di bumi. Estetika hiper-modern Hadid berhasil melambungkan Heydar Aliyev Center sebagai monumen baru bagi sebuah negara yang sedang giat menatap masa depan, sembari meninggalkan masa lalunya yang kontroversial. Kita pun membaca pesan-pesan politis yang terselip di tubuh bangunan. Hadid menciptakanlandmark tanpa sudut, sebuah desain yang menyiratkan semangat Azerbaijan untuk meniadakan batas bagi ambisinya merengkuh zaman baru.


Panel-panel yang mengalir harmonis di sisi eksterior dan interior ditujukan untuk mengirimkan pesan bahwa Heydar Aliyev Center merupakan ruang bersama yang menyambut semua golongan. Sementara warna putih yang mendominasi tubuh gedung menyimpan harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi Azerbaijan, sebuah negara yang di awal abad ke-20 memasok hampir separuh produksi minyak dunia. Dari Baku, kejayaan itu dikenang dan hendak diulang.


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More